Jakarta - Harta kekayaan milik konglomerat nomor satu di Indonesia, Prajogo Pangestu, terus mengalami penyusutan signifikan dalam beberapa hari terakhir imbas pengumuman rebalancing MSCI. Kondisi ini membuatnya terancam kehilangan gelar orang terkaya di Indonesia.Berdasarkan data terbaru Forbes Real Time Billionaires per 19 Mei 2026 pukul 12.00 WIB, total kekayaan Prajogo tercatat turun 8,55% atau sekitar US$ 1,6 miliar selama perdagangan saham kemarin. Artinya, ia kehilangan sekitar Rp 28,36 triliun (asumsi kurs Rp 17.730 per dolar AS) dalam sehari.Padahal, sebelum Forbes memperbarui data tersebut, per 18 Mei 2026 total kekayaan Prajogo sudah turun 6,22% atau sekitar US$ 1,2 miliar (Rp 21,27 triliun). Artinya, penyusutan kekayaannya masih terus berlanjut sejak hari sebelumnya.
Saat ini Forbes mencatat Prajogo memiliki total kekayaan sebesar US$ 17 miliar atau Rp 301,41 triliun dan berada di posisi ke-164 orang terkaya di dunia. Jumlah ini hanya sedikit lebih tinggi dari orang terkaya kedua di Indonesia, Low Tuck Kwong, yang berada di peringkat ke-167 dunia.Sebagai perbandingan, pada awal 2026 Forbes menempatkan Prajogo sebagai orang terkaya di Indonesia dan peringkat ke-84 dunia dengan kekayaan US$ 28,6 miliar atau Rp 507,07 triliun.Artinya, dalam lima bulan terakhir ia telah kehilangan sekitar US$ 11,6 miliar atau Rp 205,66 triliun. Penurunan ini semakin terlihat jika dibandingkan dengan puncak kekayaannya pada 2024.Pada 2024, kekayaan Prajogo diperkirakan mencapai US$ 43,4 miliar atau setara Rp 769,48 triliun. Dengan demikian, total penurunan kekayaannya mencapai sekitar US$ 26,4 miliar atau Rp 468,07 triliun.Sebagai tambahan informasi, kekayaan Prajogo merosot setelah MSCI mengeluarkan saham Grup Barito dari indeksnya, yakni BREN, TPIA, dan CUAN. Sejak Rabu (13/5), saham-saham tersebut kompak mengalami pelemahan.









