JAKARTA, KOMPAS.com - Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) menilai ekonomi Singapura masih berada dalam posisi kuat di tengah ketidakpastian global yang meningkat, termasuk dampak perang di Timur Tengah yang memicu guncangan energi.
Dalam pernyataan hasil konsultasi tahunan Article IV Consultation 2026 yang dipimpin Kepala Misi IMF untuk Singapura Masahiro Nozaki, IMF menyebut perekonomian Negeri Singa tetap resilien meski menghadapi risiko perlambatan pertumbuhan ekonomi dan kenaikan inflasi.“Singapura sedang menghadapi tahun lain dengan ketidakpastian global yang meningkat. Terutama, perang di Timur Tengah berdampak pada perekonomian melalui guncangan energi,” tulis IMF dalam pernyataannya, dikutip pada Selasa (19/5/2026).
Baca juga: Singapura Perketat Aturan Investor Beli Properti di Bawah Harga Pasar
REUTERS/CAROLINE CHIA Ilustrasi Singapura. Foto diambil pada 27 Januari 2023.
IMF mencatat Singapura memasuki periode ketidakpastian tersebut dari posisi yang relatif kuat.












