Jakarta - Kementerian Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) bersama Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara tengah menggodok formula untuk menurunkan suku bunga kredit. Hal ini menyusul instruksi dari Presiden Prabowo Subianto meminta untuk bunga kredit ultra mikro diturunkan menjadi di bawah 9%, dari awalnya mencapai 24%.Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengakui kredit super mikro seperti Permodalan Nasional Madani (PNM) mematok bunga sekitar 20-25%. Maman menerangkan kelompok usaha yang masuk kategori tidak memiliki akses ke bank (unbankable) sekaligus belum layak secara bisnis (unfeasible) menjadi nasabah PNM melalui program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar). Setidaknya, ada sekitar 15 juta ibu-ibu yang menggantungkan modal usahanya pada program tersebut."Beberapa waktu yang lalu Pak Presiden telah memberikan instruksi kepada kami untuk menurunkan suku bunga pinjaman kepada ibu-ibu PNM yang selama ini kurang lebih di angka 25%, 20-25%. Perintah Pak Presiden untuk menurunkan sampai di angka di bawah 10%," ujar Maman dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI, Jakarta Pusat, Senin (18/5/2026).
Maman menjelaskan saat ini pihaknya tengah berkoordinasi dengan Danantara untuk menyiapkan formula agar penurunan bunga kredit bisa berjalan."Pak Presiden sudah memberikan instruksi untuk menurunkan bunga pinjamannya dari 25% menjadi di bawah 10%. Sekarang, nanti kami di Kementerian UMKM bersama-sama dengan Danantara sedang menyiapkan format formulasinya," tambah Maman.Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto sudah memutuskan agar bunga kredit ultra mikro diturunkan menjadi di bawah 9%, dari awalnya mencapai 24%. Hal ini diputuskan olehnya usai bertemu dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan CEO BPI Danantara Rosan Roeslani beberapa waktu lalu.Mulanya, Prabowo bicara soal kredit super mikro seperti PNM Mekaar dengan bunga yang tinggi. Pinjaman mikro yang rentang jumlahnya di bawah Rp 10 juta dikenakan bunga sampai 24%, padahal yang meminjam orang kecil.Dia mengaku miris, pengusaha besar pinjam uang ke bank untuk modal usaha bisa mendapatkan bunga 9-10%, sementara pinjaman orang kecil bunganya dua kali lipat."Padahal pengusaha besar kalau ke bank dapat 9-10% aja, orang kaya dikasih 9%, orang miskin dikasih 24%, ini negara Pancasila apa ya? Saya nggak paham gitu," beber Prabowo di Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Rabu (13/5/2026).Prabowo menekankan dia telah mengeluarkan keputusan politik penting untuk menekan kredit usaha mikro menjadi di bawah 9%. "Ini keputusan politik. Saya sudah ambil, bahwa bunga untuk kredit madani untuk kredit prasejahtera dari 24% kita turunkan di bawah 10%, di bawah 9%," beber Prabowo.














