TEHERAN, KOMPAS.com - Selama gencatan senjata, otoritas Iran telah menyerukan kepada para pendukungnya untuk turun ke jalan setiap malam.
Mereka menggambarkan mobilisasi tersebut sebagai komponen penting untuk memastikan "kemenangan" melawan AS.Televisi pemerintah turut mengintensifkan penyampaian pesannya pada Jumat (15/5/2026), dengan berbagai saluran menayangkan pembawa acara yang mengacungkan senapan serbu, diiringi rumor yang beredar bahwa perang mungkin akan dimulai kembali.
Dikutip dari Al Jazeera, Sabtu (16/5/2026), saluran televisi milik pemerintah, Ofogh menayangkan seorang komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) bertopeng.
Baca juga: UEA Diam-diam Ajak Arab Saudi dan Qatar Serang Iran, tapi Ditolak
Ajarkan warga cara mengisi amunisi








