PRESIDEN Prabowo Subianto benar ketika mengatakan rakyat desa tidak memakai dollar AS dalam transaksi sehari-hari.
Petani membeli pupuk dengan rupiah. Nelayan membeli solar dengan rupiah. Ibu rumah tangga membeli beras, minyak goreng, gula, telur, dan mi instan juga dengan rupiah.
Di pasar kampung, tidak ada orang menawar cabai, ikan, atau bensin eceran dengan dollar Amerika Serikat.Namun, persoalannya bukan itu.
Pertanyaan yang lebih penting adalah: apakah harga barang yang dibeli rakyat desa benar-benar bebas dari pengaruh dollar? Jawabannya jelas tidak.
Dollar AS mungkin tidak masuk ke dompet rakyat desa, tetapi bisa masuk ke harga barang yang mereka bayar setiap hari.











