Rudal Amerika Serikat masih menghantam sejumlah kota di Iran pada hari kesembilan, sementara Garda Revolusi merusak dua kapal tanker di Selat Hormuz.

IRGC mengklaim bahwa dua kapal tanker minyak meledak dan terbakar setelah mencoba melintasi ladang ranjau di bagian selatan Selat Hormuz.

Militer Amerika Serikat (AS) melancarkan gelombang serangan udara sembilan malam berturut-turut ke Iran hingga Senin (20/7/2026).

Rudal Amerika Serikat masih menghantam sejumlah kota di Iran pada hari kesembilan, sementara Garda Revolusi merusak dua kapal tanker di Selat Hormuz.

Serangan terbaru ini menjadi serangan AS selama 10 malam berturut-turut, di tengah konflik kedua negara yang semakin memanas.