Penulis: Ausirio Sangga Ndolu/DW Indonesia

KOMPAS.com - Iran menyerang sebuah kapal tanker minyak di Selat Hormuz pada Selasa (21/7/2026) dini hari. Serangan itu memaksa awak kapal tersebut meniggalkan kapalnya.Serangan itu terjadi ketika pasukan militer Amerika Serikat (AS) kembali melancarkan serangan udara ke Iran.

Serangan terbaru ini menjadi serangan AS selama 10 malam berturut-turut, di tengah konflik kedua negara yang semakin memanas akibat perebutan kendali atas jalur pelayaran strategis tersebut.

Baca juga: Israel Tak Minat Ikut Serang Iran: Situasi Saat Ini Baik bagi Kami

Namun, serangkaian serangan AS belum membuat Iran melonggarkan kendalinya atas Selat Hormuz. Sebelum konflik kembali pecah, sekitar seperlima minyak mentah dan gas alam yang diperdagangkan di dunia melewati jalur tersebut.