Militer Amerika Serikat (AS) kembali meluncurkan gelombang serangan udara baru terhadap Iran pada Rabu (15/7/2026).

Militer Amerika Serikat (AS) mulai melancarkan gelombang serangan terbaru ke Iran. Ledakan terdengar di dekat Desa Khondab, Iran.

Komando Pusat Amerika Serikat (Centcom) mengeklaim telah memulai putaran serangan baru terhadap Iran, Senin (13/7/2026).

AS kembali lancarkan serangan ke Iran. Teheran menuding serangan Washington itu menggagalkan upaya diplomatik dan memicu kembali ketidakamanan di Selat Hormuz.

Amerika Serikat melancarkan serangan udara ke Iran untuk malam ketiga berturut-turut. Presiden Donald Trump kembali memberlakukan blokade laut terhadap Iran.

Militer Amerika Serikat (AS) kembali meluncurkan gelombang serangan udara baru terhadap Iran pada Rabu (15/7/2026).

AS lancarkan serangan baru ke Iran dan blokade laut diberlakukan lagi, sementara Teheran menyatakan gencatan senjata batal dan Selat Hormuz tetap ditutup.

Militer AS meluncurkan serangan baru terhadap Iran, menargetkan fasilitas militer di Selat Hormuz. Iran menolak negosiasi dan fokus pada pertahanan negara.

Situasi di kawasan Teluk semakin membara setelah militer Amerika Serikat (AS) dan Iran saling jual beli serangan yang kini telah memasuki hari keenam.