Donald Trump pada Senin (13/7/2026) mengumumkan bahwa Washington kembali memberlakukan blokade terhadap pelayaran Iran.

AS mendesak Iran untuk menyatakan secara terbuka bahwa Selat Hormuz tetap dibuka bagi jalur pelayaran maritim internasional.

AS dan Iran kembali saling meluncurkan serangan balasan yang masif di wilayah Selat Hormuz dan sekitarnya.

Donald Trump membantah klaim Iran yang menyatakan telah menutup Selat Hormuz menyusul eskalasi terbaru konflik kedua negara.

AS kembali lancarkan serangan ke Iran. Teheran menuding serangan Washington itu menggagalkan upaya diplomatik dan memicu kembali ketidakamanan di Selat Hormuz.

Donald Trump pada Senin (13/7/2026) mengumumkan bahwa Washington kembali memberlakukan blokade terhadap pelayaran Iran.

Amerika Serikat melancarkan serangan udara ke Iran untuk malam ketiga berturut-turut. Presiden Donald Trump kembali memberlakukan blokade laut terhadap Iran.

Presiden Amerika Serikat (AS) membatalkan rencana untuk mengenakan tarif bea masuk pelayaran di Selat Hormuz.

Militer Amerika Serikat (AS) kembali meluncurkan gelombang serangan udara baru terhadap Iran pada Rabu (15/7/2026).

AS lancarkan serangan baru ke Iran dan blokade laut diberlakukan lagi, sementara Teheran menyatakan gencatan senjata batal dan Selat Hormuz tetap ditutup.