Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, mengatakan memorandum ditandatangani dalam Bahasa Inggris dan Farisi.

Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi mengatakan komitmen negaranya pada kesepakatan itu mulai berlaku saat dokumen telah ditandatangani kedua negara

Iran dan Amerika Serikat (AS) sepakat mengakhiri perang. Ternyata, kesepakatan itu hampir gagal gara-gara ulah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Poin-poin tersebut mencakup mulai dari dana rekonstruksi 300 miliar dollar AS (Rp 5.328 triliun) hingga pengaturan lalu lintas di Selat Hormuz.