AS masih tak tertandingi dalam aspek kekuatan militer global. Namun, blokade Iran di Selat Hormuz memunculkan pertanyaan peran AS sebagai pelindung perdagangan.

Presiden AS Donald Trump mengatakan, Selat Hormuz akan dibuka kembali setelah penandatanganan kesepakatan damai dengan Iran pada 19 Juni.

Donald Trump mencabut blokade laut AS terhadap pelabuhan Iran serta membuka kembali Selat Hormuz, sehingga aliran minyak global kembali berjalan.

Iran disebut berhasil menambahkan klausul mengenai penerapan biaya layanan maritim ke dalam kerangka kesepakatan damai dengan AS.

Pembukaan kembali Selat Hormuz menjadi prioritas mendesak karena kemacetan jalur pelayaran tersebut berdampak pada ekonomi global.

Badan-badan intelijen AS menyimpulkan, Iran telah memiliki kemampuan untuk menutup akses Selat Hormuz secara efektif kapan pun mereka kehendaki.