Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben Gvir geram atas kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran untuk mengakhiri perang di Timur Tengah.

Iran mengatakan serangan Israel ke wilayah Lebanon membuat negosiasi dengan Amerika Serikat (AS) untuk mengakhiri perang menjadi tidak ada artinya.

Israel menunjukkan kekecewaan terhadap gencatan senjata permanen yang telah disepakati antara Amerika Serikat dan Iran.

Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben Gvir geram atas kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran untuk mengakhiri perang di Timur Tengah.

Militer Iran mengatakan bahwa mereka telah "mempermalukan" AS-Israel dalam perang. Ini disampaikan setelah pengumuman kesepakatan untuk mengakhiri perang.

Israel menegaskan tidak akan menarik pasukannya dari Lebanon, Suriah, dan Gaza meski AS dan Iran telah sepakat mengakhiri perang.

Menhan Israel, Israel Katz, menegaskan bahwa pasukan Israel akan tetap berada di wilayah-wilayah yang diduduki di Lebanon, Suriah dan Gaza tanpa batas waktu.

AS dan Iran sepakat berdamai, kata Trump. Namun, Netanyahu menegaskan perjuangan Israel belum berakhir dan akan tetap mengendalikan wilayah strategis.

Iran dan Amerika Serikat (AS) sepakat mengakhiri perang. Ternyata, kesepakatan itu hampir gagal gara-gara ulah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Abbas Araghchi mengatakan bahwa dalam hal negosiasi, Washington dan Tel Aviv adalah satu dan sama.