Iran mengatakan serangan Israel ke wilayah Lebanon membuat negosiasi dengan Amerika Serikat (AS) untuk mengakhiri perang menjadi tidak ada artinya.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengusulkan memorandum kesepahaman dengan AS untuk mengakhiri konflik dan membahas sanksi serta program nuklir.

Iran mengatakan serangan Israel ke wilayah Lebanon membuat negosiasi dengan Amerika Serikat (AS) untuk mengakhiri perang menjadi tidak ada artinya.

Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben Gvir geram atas kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran untuk mengakhiri perang di Timur Tengah.

Israel menegaskan tidak akan menarik pasukannya dari Lebanon, Suriah, dan Gaza meski AS dan Iran telah sepakat mengakhiri perang.

Menhan Israel, Israel Katz, menegaskan bahwa pasukan Israel akan tetap berada di wilayah-wilayah yang diduduki di Lebanon, Suriah dan Gaza tanpa batas waktu.

Iran dan Amerika Serikat (AS) sepakat mengakhiri perang. Ternyata, kesepakatan itu hampir gagal gara-gara ulah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi menegaskan, mengakhiri perang di Lebanon adalah isu terpenting dalam kesepakatan damai dengan AS.

Abbas Araghchi mengatakan bahwa dalam hal negosiasi, Washington dan Tel Aviv adalah satu dan sama.

Pasukan Israel kembali melakukan serangan udara di beberapa wilayah di Lebanon selatan pada Rabu (17/6/2026).