Teddy menjelaskan, harga minyak dunia sudah naik drastis sejak Maret 2026. Namun, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menahan kenaikan harga itu.

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri buka suara soal kenaikan harga BBM nonsubsidi yakni Pertamax dan Pertamax Green.

Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun menyoroti kenaikan Pertamax jadi Rp 16.250/liter, dari sebelumnya Rp 12.300/liter.

Pertamax kini Rp 16.250/liter, dari sebelumnya Rp 12.300/liter. Kemudian Pertamax Green 95 naik dari Rp 12.900/liter menjadi Rp 17.000/liter.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan harga BBM nonsubsidi menyesuaikan dengan kondisi harga pasar.

Maka seiring menguatnya harga minyak global, dilakukan penyesuaian harga pada BBM non-subsidi, tak terkecuali Pertamax.

BBM RON 95 bersubsidi di Malaysia mempunyai harga yang lebih murah dibandingkan Pertalite dengan RON 90.

Pemerintah menegaskan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi, Pertamax (RON 92) dan Pertamax Green 95 (RON 95), mengikuti harga dunia.

Pemerintah menyatakan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi di Indonesia masih lebih murah dibanding negara tetangga di Asia Tenggara.

Teddy menjelaskan, harga minyak dunia sudah naik drastis sejak Maret 2026. Namun, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menahan kenaikan harga itu.

Juru Bicara ESDM Dwi Anggia tegaskan harga BBM non subsidi pasti ikut fluktuasi minyak dunia. Sempat dijaga Prabowo, Pertamax kini ikut harga pasar.