AS resmi luncurkan serangan bom ke berbagai wilayah Iran atas perintah Trump. Teheran balas dengan menutup total Selat Hormuz bagi semua kapal.

Iran melayangkan ancaman balasan setelah Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan di sekitar Selat Hormuz, Rabu (10/6/2026).

Mantan Laksamana Angkatan Laut AS William McRaven mengatakan, serangan terbaru bukan merupakan skenario yang diinginkan pemerintahan Trump.

AS melancarkan serangan terhadap hampir 20 target di Iran setelah sebuah helikopter militer AS dilaporkan ditembak jatuh oleh Teheran

AS melancarkan serangan sebagai respons atas jatuhnya helikopter Apache di Selat Hormuz. Situasi kini dilaporkan tenang setelah serangan udara.

'We'll negotiate with bombs," the US Defence Secretary as US President Donald Trump threatened to hit Iran "hard".

Explosions hit Qeshm Island, ports along Strait of Hormuz after Trump threatens to hit Iran 'very hard'.

Donald Trump berjanji akan “menghantam mereka dengan keras” setelah perundingan untuk mengakhiri damai mengalami kebuntuan.

AS resmi luncurkan serangan bom ke berbagai wilayah Iran atas perintah Trump. Teheran balas dengan menutup total Selat Hormuz bagi semua kapal.

Iran melalui komando militernya, Khatam al-Anbia Central Headquarters, mengumumkan penutupan penuh Selat Hormuz pada Kamis (11/6/2026).

Komando militer Iran kembali menutup Selat Hormuz. Iran mengatakan kapal-kapal yang melanggar akan ditembaki.

IRGC mengumumkan telah menyerang dua kapal yang mencoba melintasi Selat Hormuz tanpa izin.

Jalur energi penting Selat Hormuz kembali dinyatakan tutup oleh Iran.

Hubungan AS-Iran makin panas. Setelah saling serang, Trump tegaskan militer AS siap lancarkan serangan balasan habis-habisan.

AS menyatakan bahwa serangan terbarunya ke Iran telah selesai setelah operasi militer akibat penembakan helikopter Apache di Selat Hormuz.

IRGC mengancam akan menjadikan seluruh kawasan Timur Tengah menjadi 'neraka' jika Amerika Serikat (AS) mengganggu stabilitas di Selat Hormuz.

Selat Hormuz dinyatakan ditutup menyusul memanasnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS).

AS menyatakan gelombang serangan terbarunya terhadap Iran telah selesai. Teheran sempat melancarkan balasan terhadap fasilitas militer AS di Bahrain dan Kuwait.