Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan mencermati dampak kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) terhadap perbankan nasional.

Bank Indonesia menaikkan BI-Rate 25 bps menjadi 5,50% untuk stabilisasi Rupiah dan menjaga inflasi 2026-2027. Kebijakan ini menarik investasi asing.

Tiba-tiba BI kerek suku bunga acuan. Ini alasannya!

Kenaikan suku bunga acuan berpotensi memberi tekanan terhadap sektor yang sensitif terhadap biaya pendanaan dan daya beli masyarakat.

Gubernur BI Perry Warjiyo menaikkan suku bunga acuan 25 bps menjadi 5,50% untuk stabilisasi rupiah dan menarik investasi asing di tengah pelemahan nilai tukar.

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan buka suara soal langkah Bank Indonesia menaikkan suku bunga atau BI Rate menjadi 5,5%.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan mencermati dampak kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) terhadap perbankan nasional.

Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan menjadi 5,5% untuk stabilisasi rupiah dan pengendalian inflasi.

Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan untuk stabilisasi rupiah, namun berdampak pada kenaikan bunga pinjaman, terutama bagi kelas menengah dan bawah.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menilai keputusan Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan atau BI rate 25 basis poin menjadi 5,50% langkah tepat.

Usai Bank Indonesia (BI) menaikkan tingkat suku bunga acuan, IHSG dan nilai tukar Rupiah pun mulai menguat.

Kenaikan BI Rate 5,50% tak hanya jaga rupiah, tapi juga tarik modal asing. Simak analisis lengkap dampaknya pada saham hingga properti!

Bank Indonesia (BI) mendadak menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate 25 basis poin (bps) menjadi 5,50%.