Serangan ini terjadi hanya berselang beberapa jam setelah kedua belah pihak sepakat memperbarui komitmen gencatan senjata.

Militer Israel memperluas operasi darat di Lebanon Selatan, memicu kecaman dari Qatar, Jerman, dan Inggris. Serangan ini dianggap melanggar hukum internasional.

Serangan udara Israel di Lebanon selatan menewaskan 14 orang dan melukai puluhan lainnya, melanggar gencatan senjata yang sedang berlangsung.

Israel menggempur Lebanon selatan meski Presiden AS Donald Trump meminta Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk tidak menyerang Beirut.

Israel dan Lebanon sepakat untuk kembali menerapkan gencatan senjata.