Beirut -
Kelompok milisi Hizbullah mengklaim telah melancarkan sejumlah serangan terhadap target-target militer Israel di Lebanon bagian selatan. Serangan itu dilancarkan beberapa jam setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan Israel dan Hizbullah telah setuju agar "semua serangan dihentikan".Hizbullah dalam pernyataannya, seperti dilansir AFP dan First Post, Selasa (2/6/2026), mengatakan bahwa para petempurnya menargetkan sebuah tank Merkava milik Israel dengan drone tempur dan menggempur pasukan Israel dengan "rentetan roket dan tembakan artileri", dalam serangan di area kota Hadatha.Dalam pernyataan lebih lanjut, Hizbullah yang didukung Iran, mengklaim para petempurnya juga menyerang dua tank Israel lainnya yang ada di area yang sama di Lebanon bagian selatan. Hizbullah, dalam pernyataan lainnya, menyebut para petempurnya menargetkan sebuah tank Merkava milik Israel di area kota Bayada "dengan rudal berpemandu". Dalam pernyataan pada Selasa (2/6) dini hari, militer Israel melaporkan bahwa pertahanan udara mereka telah mencegat dua proyektil yang diluncurkan dari wilayah Lebanon."Setelah sirene berbunyi pada pukul 01.35 waktu setempat di beberapa area di Israel bagian utara, IAF (Angkatan Udara Israel-red) mencegat dua proyektil yang melintasi perbatasan Lebanon ke wilayah Israel," demikian pernyataan militer Israel via Telegram.Militer Israel mengatakan bahwa sebuah "target udara mencurigakan" yang kemudian jatuh di wilayah Israel, dekat perbatasan Lebanon, juga telah diidentifikasi. Menurut militer Israel, tidak ada korban luka yang dilaporkan.













