Pelemahan rupiah membuat biaya impor energi naik karena transaksi pembelian minyak mentah maupun BBM menggunakan dollar AS.

Pelemahan rupiah membuat biaya impor energi naik karena transaksi pembelian minyak mentah maupun BBM menggunakan dollar AS.

Rupiah melemah di atas Rp 17.600/dollar AS, picu kenaikan harga pangan dan energi. Inflasi mengancam, daya beli tergerus.

Nilai tukar rupiah kembali tertekan hingga menyentuh level Rp 17.600 per dollar AS pada Jumat (15/5/2026).

Nilai tukar rupiah bergerak di kisaran Rp 17.500 per dollar AS, mendekati titik terlemah dalam sejarah perdagangan mata uang Indonesia.

Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bakal berdampak langsung pada dompet warga Indonesia.

Rupiah yang menyentuh Rp 17.600 per dollar AS memicu kekhawatiran kenaikan harga, tekanan usaha, hingga risiko skenario terburuk bagi perekonomian RI.

Perang di Timur Tengah membuat harga bahan bakar minyak (BBM) mengalami peningkatan signifikan.