Sanaa -

Kelompok pemberontak Houthi melaporkan bahwa Arab Saudi melancarkan lebih dari 50 serangan terhadap posisi-posisi mereka di Yaman dalam 24 jam terakhir. Ini terjadi setelah kelompok yang didukung Iran itu mengklaim telah melancarkan serangan langka menggunakan drone dan rudal terhadap pangkalan militer di Saudi."Musuh kriminal Saudi telah melancarkan 58 serangan udara dalam 24 jam terakhir," kata juru bicara militer Houthi, Yahya Saree pada Minggu (13/9) waktu setempat, seperti dilansir AFP, Senin (14/9/2026).Laporan televisi Almasirah, yang dikelola Houthi, pada Minggu (13/9) menyebutkan bahwa "penerbangan Saudi melancarkan dua serangan" di area Saada, yang merupakan basis pertahanan kelompok tersebut.

Dilaporkan juga bahwa tembakan artileri menghujani area distrik perbatasan Monabbih, yang terletak di provinsi yang sama. Almasirah juga melaporkan dua serangan Saudi lainnya menghantam sebuah pasar di Provinsi Al-Jawf, wilayah utara Yaman.Houthi telah melaporkan lebih dari 100 serangan terhadap posisi mereka sejak Selasa (8/9) pekan lalu. Namun, sejauh ini belum ada konfirmasi dari Riyadh.Hingga saat ini, serangan Saudi disebut menargetkan garis depan pertempuran, untuk mendukung pasukan pemerintah Yaman, tanpa menyasar pusat kekuatan utama Houthi, termasuk ibu kota Yaman, Sanaa.Beberapa waktu terakhir, Houthi kembali terlibat pertempuran dengan pasukan pemerintah Yaman yang didukung oleh Saudi. Pertempuran itu mengakhiri ketenangan selama beberapa tahun terakhir di kawasan tersebut, setelah gencatan senjata disepakati untuk konflik Yaman pada tahun 2022 lalu.Houthi juga mengumumkan blokade laut terhadap Saudi dan menargetkan kapal-kapal Saudi di Laut Merah.