Sanaa -

Kelompok pemberontak Houthi yang bermarkas di Yaman, mengumumkan telah melancarkan serangan rudal balistik dan drone terhadap target-target militer di wilayah Arab Saudi pada Senin (14/9). Houthi mengklaim bahwa puluhan rudal dan drone telah diluncurkan ke arah target militer Saudi.Houthi yang bersekutu dengan Iran ini, menyebut serangannya itu untuk membalas serangan udara Saudi terhadap posisi-posisi pasukannya."Angkatan Bersenjata Yaman melancarkan operasi militer berskala besar yang menargetkan instalasi dan infrastruktur militer, termasuk hanggar jet-jet tempur, radar, landasan pacu, gudang amunisi, dan target-target lainnya yang berlokasi di Pangkalan Udara King Khalid di Khamis Mushait," kata juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, seperti dilansir AFP, Senin (14/9/2026).

Serangan Houthi itu dilancarkan saat pertempuran kembali berkobar antara Houthi dengan pasukan pemerintah Yaman dan Saudi. Pertempuran itu mengakhiri ketenangan selama beberapa tahun terakhir di kawasan tersebut, setelah gencatan senjata disepakati untuk konflik Yaman pada tahun 2022 lalu.Houthi juga mengumumkan blokade laut terhadap Saudi dan menargetkan kapal-kapal Saudi di Laut Merah.Tidak hanya itu, Houthi pada akhir pekan berhasil merebut kendali atas wilayah pesisir Yaman di tepi Laut Merah, menyusul bentrokan berdarah selama sepekan terakhir di negara tersebut. Hal itu memperkuat cengkeraman Houthi atas Selat Bab al-Mandeb yang strategis dan merupakan gerbang masuk Laut Merah.Jalur perairan tersebut menjadi jalur vital bagi ekspor minyak Saudi, eksportir minyak terbesar di dunia, mengingat Selat Hormuz masih diblokade Iran di tengah konflik yang berlarut-larut dengan Amerika Serikat (AS).Houthi melaporkan, pada Minggu (13/9), bahwa Saudi telah melancarkan lebih dari 50 serangan terhadap posisi-posisi pasukan mereka dalam 24 jam terakhir."Musuh kriminal Saudi telah melancarkan 58 serangan udara dalam 24 jam terakhir," kata Saree.