Jakarta -
Mulai dari ekonomi dan sains hingga media sosial dan hiburan, bahasa Inggris dianggap sebagai bahasa yang dominan di dunia. Satu dari lima penduduk dunia secara aktif menggunakan bahasa ini. Di Cina, seorang profesor matematika dengan spesialisasi aljabar vektor mempertanyakan dominasi bahasa asing tersebut. Tang Jiafeng berpendapat bahwa bahasa Inggris harusnya dihapuskan dari mata pelajaran pokok di sekolah dasar, sekolah menengah, dan universitas di Republik Rakyat Cina.Tang yakin bahwa tidak ada negara lain di dunia yang sejauh ini memberikan nilai setinggi itu kepada bahasa Inggris seperti yang dilakukan Cina. "Anak-anak kita kesulitan belajar bahasa Inggris, bahkan sebelum mereka benar-benar menguasai bahasa ibu mereka sendiri. Padahal, kita adalah peradaban yang telah berusia ribuan tahun. Bahasa Inggris hanyalah sebuah alat. Cukup jika kita bisa menggunakannya. Tradisi memuja dan meniru budaya Barat harus diakhiri," jelas profesor matematika tersebut.Bahasa Inggris, mata pelajaran wajib mulai kelas 3 SDBahasa Inggris memang dianggap sulit, karena bahasa Mandarin bukanlah bahasa yang menggunakan sistem huruf. Di Cina, bahasa Inggris menjadi mata pelajaran wajib mulai kelas 3. Mata pelajaran ini dinilai setara dengan mata pelajaran bahasa Mandarin dan matematika dalam ujian masuk sekolah menengah, ujian nasional smp, serta ujian akhir sma. Pada ujian akhir sekolah menengah atas, nilai maksimal yang dapat diraih adalah 150 poin.






