Jakarta -

Militer Israel mengumumkan telah menghancurkan terowongan-terowongan penting yang dibangun kelompok Hizbullah. Lokasi penyerangan itu berada di bawah bukit Ali al-Taher, Lebanon selatan."Ini adalah infrastruktur teroris strategis yang dibangun selama lebih dari dua dekade, dengan pendanaan dan perencanaan dari Iran," demikian bunyi pernyataan bersama Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel Katz dilansir AFP, Jumat (11/9/2026).Pihak Israel mengatakan penghancuran infrastruktur tersebut menuntaskan pencapaian kendali operasional atas punggung bukit Ali al-Taher, baik di permukaan maupun di bawah tanah.

Kantor Berita Nasional (NNA) milik pemerintah Lebanon melaporkan bahwa Israel melakukan ledakan besar di punggung bukit Ali al-Taher di wilayah Nabatieh. Ledakan itu menyebabkan getaran dan suara gemuruh yang kuat.Wartawan AFP di Lebanon selatan juga mengatakan mereka mendengar ledakan-ledakan dahsyat pada Kamis (10/9) malam.Militer Israel menyatakan bahwa infrastruktur tersebut membentang lebih dari dua kilometer dan berisi "puluhan roket, rudal, dan UAV (pesawat nirawak) buatan Iran, serta senapan mesin, puluhan rudal anti-tank, dan ratusan ranjau serta perangkat peledak."Kompleks bawah tanah itu juga mencakup pusat komando unit Badr milik Hizbullah. Seorang pejabat militer mengatakan bahwa sebagian militan yang sebelumnya beroperasi di area punggung bukit tersebut telah meninggalkannya, sementara yang lain "dilumpuhkan melalui serangan udara dan tembakan artileri."Setelah pengumuman serangan dari Israel itu, Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) mencatat gempa berkekuatan magnitudo 4,1 di Lebanon selatan. Wartawan AFP melaporkan adanya ledakan dahsyat yang menyebabkan guncangan, sementara Kementerian Pertahanan Israel merilis gambar yang memperlihatkan bola api membumbung ke langit.