Jakarta -
Ratusan penerbangan di Indonesia dibatalkan sejak hari Minggu kemarin imbas ditutupnya beberapa bandara karena sebaran abu vulkanik dari aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau. Penerbangan baru bisa kembali dilakukan Selasa kemarin setelah bandara dibuka.Kembali dibukanya bandara menjadi bagian penting dari pemulihan penerbangan setelah terdampak abu vulkanik. Namun, sebelum pesawat kembali melayani penumpang, semua maskapai mulai menyiapkan kondisi teknis armadanya melalui pemeriksaan dan pembersihan serta perawatan sesuai petunjuk pabrikan.Proses seperti ini juga dilakukan oleh maskapai pelat merah Garuda Indonesia. Setiap armada Garuda menjalani penanganan berdasarkan kondisi dan hasil pemeriksaan masing-masing. Direktur Teknik Garuda Indonesia, Mukhtaris, menjelaskan bahwa kebutuhan penanganan dapat berbeda pada setiap pesawat.
"Pemeriksaan menjadi dasar untuk menentukan tindakan yang diperlukan pada masing-masing pesawat. Kami memastikan seluruh pemeriksaan dan perawatan yang dipersyaratkan telah diselesaikan sesuai panduan pabrikan sebelum pesawat dinyatakan laik terbang dan kembali melayani penumpang," ujar Mukhtaris dalam keterangannya, Rabu (9/9/2026).Abu vulkanik memerlukan penanganan khusus karena partikelnya dapat menempel pada permukaan pesawat maupun masuk ke area komponen dan sistem. Oleh karena itu, penanganannya tidak hanya mencakup pembersihan bagian yang terlihat, tetapi juga pemeriksaan area yang berpotensi terdampak sesuai petunjuk pabrikan.Pada pesawat yang parkir, perhatian antara lain diberikan pada bagian atas badan pesawat, sayap, dan ekor horizontal, tempat abu dapat mengendap. Saluran masuk udara serta bagian terbuka pada perangkat roda pendaratan juga diperiksa. Apabila pesawat mengalami paparan saat terbang, pemeriksaan turut mencakup kaca kokpit, bagian depan sayap, dan komponen mesin sesuai ketentuan pabrikan.














