Jakarta -
Sederet bencana alam melanda Indonesia dalam beberapa waktu terakhir, mulai dari banjir bandang, gempa bumi, hingga erupsi gunung berapi di beberapa daerah. Belum lagi urusan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) juga belum selesai sepenuhnya penanganannya.Lantas apakah deretan bencana ini dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi di Indonesia? Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan tentu saja perlambatan ekonomi bisa terjadi di daerah-daerah yang terdampak bencana saja, tidak secara nasional.Sejauh ini pemerintah masih memonitor sebesar apa dampaknya dan apa saja yang bisa langsung diperbaiki untuk mempercepat pemulihan.
"Ya pertama tentu di daerah yang terdampak pasti terjadi kontraksi dan kami masih monitor program-program apa yang terkena dan di berbagai provinsi tersebut," ujar Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (8/9/2026).Airlangga juga mengatakan pemerintah mulai memantau dampak erupsi beberapa gunung berapi terhadap aktivitas masyarakat yang berkurang."Sekarang juga kami sedang monitor akibat daripada letusan 5-6 gunung di Indonesia ini terutama untuk aktivitas masyarakat yang sangat berkurang," ujar Airlangga.Dari segi logistik, Airlangga juga mengatakan pasti ada dampak ekonomi dan kerugian yang terjadi apalagi ada beberapa bandara besar yang mesti ditutup imbas abu vulkanik gunung berapi. Namun ketika ditanya berapa nominalnya, dia bilang pemerintah masih menghitungnya."Logistik sudah pasti di sektor penerbangan sudah terjadi gangguan karena sektor penerbangan kan juga ada kaitannya dengan kargo," ujar Airlangga."Sudah ada tapi kita monitor karena kita masih monitor berapa lama ini harus ditutup," katanya ketika ditanya apakah ada nominal kerugian.Di sisi lain, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sedikit optimistis dampak bencana, khususnya dampak erupsi Gunung Anak Krakatau tidak akan memperlambat perekonomian.Namun, dia mengakui dampak bencana kemungkinan cukup besar di Sumatera yang terkena banjir bandang dan NTT yang terkena gempa."Belum (memicu perlambatan ekonomi). Harusnya sih nggak terlalu signifikan ya kalau hanya beberapa hari. Kalau hanya beberapa hari bencana saja dan debunya kan nggak tebel-tebel amat kan ya? Kita lihat ke depan seperti apa," papar Purbaya di tempat yang sama."Kalau saya lihat secara kasar sih harusnya dampaknya nggak sebesar di Provinsi Sumatera Utara, Aceh, Sumatera Barat kemarin atau di NTT kemarin ya," lanjutnya.Simak juga Video: Rencana Mensos soal Dana Darurat Bantu Warga Terdampak Bencana








