Jakarta -

Harita Nickel memperoleh apresiasi penghargaan Anugerah Ekonomi Hijau untuk Pengelolaan Sumber Daya Air dan Restorasi Ekosistem Berkelanjutan.Harita Nickel menunjukkan komitmennya dalam pengelolaan lingkungan melalui konservasi sumber daya air dengan memanfaatkan decant water sebagai air proses HPAL, pendauran ulang air proses RKEF untuk digunakan kembali, serta pemanfaatan air hujan dan air limpasan yang diolah untuk penyiraman jalan maupun kebutuhan proses operasional.Melalui sistem pengelolaan yang hampir tertutup (closed-loop system), memungkinkan perusahaan untuk mendaur ulang lebih dari 7 juta meter kubik air guna mendukung upaya konservasi sumber daya air secara lebih luas.Pengelolaan air juga dilakukan secara terintegrasi dengan memastikan seluruh air limpasan dikelola melalui kolam sedimentasi dan dipantau menggunakan sistem SPARING yang terkoneksi secara real time dengan Kementerian Lingkungan Hidup. Selain itu, Harita Nickel memanfaatkan air laut dalam kegiatan operasional sebagai agen pendingin dan pengendap sedimen, sehingga membantu mengurangi penggunaan sumber air tawar.Komitmen terhadap keberlanjutan juga diwujudkan melalui restorasi ekosistem, antara lain melalui kegiatan reklamasi, penanaman mangrove di Halmahera Selatan, serta rehabilitasi daerah aliran sungai (DAS). Untuk memperkuat transparansi dan akuntabilitas pengelolaan lingkungan, perusahaan juga mengikuti audit dan penilaian berdasarkan standar internasional, termasuk RMAP dari RMI serta IRMASebagai informasi, Anugerah Ekonomi Hijau digelar oleh detikcom untuk mengapresiasi perusahaan, lembaga, dan organisasi yang berkomitmen terhadap keberlanjutan. Anugerah Ekonomi Hijau diberikan kepada korporasi, lembaga, maupun organisasi yang dinilai memiliki kepedulian tinggi terhadap aspek environmental, social, and governance (ESG).Penghargaan ini diberikan berdasarkan berbagai program yang memberikan dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat serta para pemangku kepentingan. Proses penilaian dilakukan oleh Komite Asesmen detikcom dengan menggunakan analisis kualitatif dari berbagai inisiatif dan program yang dijalankan peserta, terutama dari sisi dampak serta komitmen terhadap keberlanjutan.