Jakarta -

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pemerintah telah menyiapkan anggaran yang cukup untuk membayar cicilan dan bunga pembiayaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) ke bank.Menurut Purbaya, pemerintah sudah menyiapkan anggaran awal Rp 40 triliun untuk memenuhi kewajiban pertama KDMP. Anggaran tersebut sudah disiapkan pemerintah sejak awal tahun."Jadi untuk Koperasi Merah Putih pasti mempertanyakan bisa bayar nggak pemerintah. Kita sudah sediakan uang Rp 40 triliun, sudah siap dari awal tahun itu untuk membayar cicilan dan bunganya," kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Hotel Kempinski, Jakarta Pusat, Kamis (3/9/2026).

Sebagai informasi, total pembiayaan kredit KDMP diperkirakan mencapai Rp 240 triliun. Dana tersebut digunakan untuk menyalurkan kredit ke lebih dari 80 ribu koperasi, dengan masing-masing koperasi menerima pembiayaan Rp 3 miliar.Pembayaran angsuran perdana jatuh tempo pada akhir September 2026. Purbaya menjamin uangnya tersedia sehingga tidak akan membuat bank tergoncang."Jadi September ini kan 27-28 itu akan jatuh tempo, saya pastikan uangnya siap untuk dibayar sehingga sistem perbankan kita tidak goncang. Aman, menterinya kan Purbaya," tegas Purbaya.Dana yang disiapkan berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Menurut eks Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) itu, dana yang dimaksud bersumber dari pos dana desa."Dari pos dana desa," sebut Purbaya.Meski demikian, Purbaya mengakui proses audit terhadap seluruh KDMP belum rampung. Menurutnya, pemerintah tidak akan menunggu seluruh proses audit selesai untuk melakukan pembayaran terhadap kewajiban yang sudah jatuh tempo.Purbaya mengatakan koperasi yang prosesnya sudah selesai akan diprioritaskan untuk dibayarkan. Sementara koperasi yang proses auditnya belum rampung akan dilihat berdasarkan perkembangan prosesnya."Yang sudah selesai kita bayar dulu, nanti yang belum-belum itu kita lihat sampai mana prosesnya. Nanti kita bayar dengan kondisi tertentu, dengan janji atau komitmen tertentu nanti. Masih akan dibicarakan," tutup Purbaya.Tonton juga video "Banggar Tagih Profil Utang Pemerintah, Purbaya: DPR Mau Minta Kapan?"