Jakarta -

Militer Israel menyatakan telah menyerang seorang komandan Hamas yang disebut bersembunyi di dalam kompleks Rumah Sakit Al-Aqsa Martyrs di Deir al-Balah, Gaza. Sementara itu, tiga orang dilaporkan terluka akibat serangan di lokasi tersebut.Dilansir AFP, serangan yang terjadi pada Sabtu (29/8) waktu setempat menjadi bagian dari pertumpahan darah terbaru di Gaza meski gencatan senjata yang didukung Amerika Serikat (AS) telah berlaku sejak Oktober 2025. Israel menyatakan terus menargetkan warga Palestina yang mereka sebut sebagai militan.

Militer Israel menyebut telah menyerang seorang komandan Hamas yang "bersembunyi di dalam kompleks" Rumah Sakit Al-Aqsa Martyrs di Deir al-Balah, wilayah tengah Gaza. Namun, militer Israel belum dapat memastikan apakah komandan tersebut tewas dalam serangan.Menurut militer Israel, komandan yang identitasnya tidak disebutkan itu telah melancarkan "serangan terhadap pasukan IDF dan warga sipil Israel". Dia disebut terkena serangan ketika berada di sebuah bangunan yang bersebelahan dengan gedung-gedung rumah sakit. Pihak rumah sakit melaporkan tiga orang terluka akibat serangan Israel di dekat sebuah gudang yang berada di dekat bangsal bersalin di dalam fasilitas medis tersebut.Militer Israel menyatakan telah mengambil langkah-langkah untuk meminimalkan risiko terhadap warga sipil. Mereka juga mengatakan telah memperingatkan otoritas medis Gaza dua hari sebelumnya mengenai penghentian penggunaan fasilitas medis untuk tujuan teroris.Sebelumnya pada hari yang sama, Rumah Sakit Al-Aqsa melaporkan satu orang tewas akibat tembakan Israel di wilayah timur kota tersebut. Militer Israel menyatakan sedang memeriksa laporan tersebut.2 Orang Tewas di Kota GazaDi Kota Gaza, badan pertahanan sipil yang beroperasi sebagai tim penyelamat di bawah naungan Hamas menyatakan serangan Israel di dekat bundaran di kawasan Tel al-Hawa menewaskan dua orang dan melukai beberapa lainnya.Saat dihubungi AFP, militer Israel menyatakan telah menyerang seorang "anggota militer" di wilayah tersebut.Israel terus melancarkan serangan ke Gaza dan pasukannya terus bergerak maju meski gencatan senjata yang ditengahi AS dan diumumkan pada Oktober 2025 telah berlaku.Israel menyatakan langkah tersebut diperlukan untuk melenyapkan ancaman dari Hamas, kelompok yang memimpin serangan terhadap Israel pada 7 Oktober 2023.Operasi Israel di Gaza telah menewaskan sedikitnya 1.313 orang sejak gencatan senjata diberlakukan, menurut Kementerian Kesehatan Gaza. Kementerian tersebut beroperasi di bawah otoritas Hamas, sementara datanya dianggap dapat dipercaya oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).