Teheran -

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menegaskan bahwa pasukan Teheran memegang kendali "penuh dan mutlak" atas Selat Hormuz yang strategis. Penegasan ini menepis klaim Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump soal Washington "memegang kendali" atas jalur perairan vital bagi pasokan energi global tersebut.Trump, dalam pernyataan di Gedung Putih, juga mengklaim bahwa Selat Hormuz kini terbuka dan jutaan barel minyak terus mengalir melalui jalur perairan strategis tersebut, meskipun konflik dengan Iran belum berakhir.Bantahan terhadap klaim Trump tersebut, seperti dilansir Press TV, Sabtu (29/8/2026), disampaikan oleh Angkatan Laut IRGC dalam pernyataannya pada Jumat (28/8) waktu setempat.

"Kendali yang dipegang oleh pasukan Republik Islam (Iran) atas Selat Hormuz yang strategis, bersifat sepenuhnya dan mutlak," tegas Angkatan Laut IRGC. Angkatan Laut IRGC mengecam klaim AS soal Selat Hormuz terbuka sebagai "kebohongan belaka", dan menyebut klaim semacam itu dimaksudkan "semata-mata untuk mengendalikan harga minyak dan menutupi kekalahan mereka sendiri".Selat Hormuz, tegas Angkatan Laut IRGC, tetap tertutup bagi kapal-kapal yang hendak melintasi tanpa koordinasi sebelumnya dengan otoritas Iran.Ditambahkan oleh Angkatan Laut IRGC bahwa situasi tersebut akan terus berlaku hingga berakhirnya apa yang mereka sebut sebagai "agesi tentara teroris" AS terhadap Iran dan hingga kewajiban-kewajiban terkait dipenuhi.