Teheran -
Otoritas Iran sedang menyusun daftar tuntutan yang harus dipenuhi oleh Amerika Serikat (AS) untuk membuka kembali Selat Hormuz, jalur perairan vital untuk pasokan minyak dan gas global. Teheran mengungkapkan bahwa mengakhiri perang regional masuk ke dalam daftar tersebut.Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, seperti dilansir TRT World, Jumat (28/8/2026), mengatakan bahwa para mediator, seperti Pakistan dan Qatar, telah meminta Iran untuk mempersiapkan daftar tuntutan tersebut.Rezaei tidak menjelaskan lebih lanjut soal tuntutan-tuntutan lain yang mungkin diajukan Teheran. Dia hanya menyebut bahwa penyusunan daftar tuntutan itu sedang dilakukan saat ini.
Laporan Al Jazeera secara terpisah menyebut tuntutan Iran itu juga mencakup pencabutan sanksi AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran dan bantuan ekonomi serta kompensasi. Dalam pernyataan yang disampaikan setelah dirinya bertemu Perdana Menteri (PM) dan Menteri Luar Negeri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, yang berkunjung ke Teheran, Rezaei menegaskan bahwa AS harus memenuhi tuntutan atau persyaratan yang diajukan Iran sebelum Selat Hormuz dibuka kembali."AS harus terlebih dahulu mengambil langkah-langkah nyata untuk memenuhi persyaratan Iran, setelah itu Iran akan bergerak untuk membuka kembali Selat Hormuz," kata Rezaei dalam pernyataannya, seperti dikutip kantor bertai Tasnim pada Kamis (27/8).Pernyataan Rezaei ini senada dengan penegasan juru bicara Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) Brigadir Jenderal Hossein Mohebbi, yang menyatakan bahwa Selat Hormuz akan tetap ditutup, kecuali AS menghentikan blokade dan menerima syarat-syarat Teheran untuk menerapkan Nota Kesepahaman (MoU) yang telah ditandatangani.Mohebbi juga menegaskan bahwa jalur perairan strategis tersebut berada di bawah kendali Iran, dan bahwa pasukan militer musuh telah dipukul mundur.






