Jakarta -
Presiden Prabowo Subianto memastikan puluhan ribu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) akan segera beroperasi. Koperasi ini nantinya akan menjadi sentra penyaluran barang subsidi pemerintah.Prabowo juga menjamin barang subsidi yang disalurkan melalui KDMP akan dijual dengan harga yang murah. Dia menegaskan, lewat KDMP barang subsidi dipastikan akan sampai ke tangan masyarakat tanpa kelangkaan dan harga yang dinaikkan."Sebentar lagi puluhan ribu Koperasi Merah Putih akan beroperasi. Kita akan menjamin semua barang yang disubsidi untuk rakyat akan sampai ke rakyat dengan harga serendah-rendahnya harga subsidi. Barang subsidi tidak boleh diperdagangkan dan tidak akan diperdagangkan," tegas Prabowo dalam acara Mukhtamar ke-35 NU, dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (27/8/2026).
Prabowo menyebut, operasional KDMP ini menjadi salah satu prestasi yang dia capai selama menjabat sebagai presiden. Selain itu, pemerintah juga telah membangun puluhan ribu dapur umum terkait dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG).Meski begitu, Prabowo mengakui implementasi MBG penuh tantangan dan terdapat banyak kekurangan. Namun dia meyakini, kekurangan tersebut akan segera diatasi."MBG adalah propgram besar, tantangan banyak kekurangannya masih banyak, tapi kita akan selesaikan kekurangan tersebut. Karena yang penting adalah manfaat harus diterima oleh semua anak-anak dan semua ibu hamil, dan semua orang tua lanjut usia," pungkasnya.Sebagai informasi, Pemerintah menargetkan pembangunan 35 ribu KDMP selesai akhir Agustus. Sebanyak 35 ribu KDMP itu pun diharapkan bisa beroperasi pada September mendatang.Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan pembangunan KDMP akan terus dilanjutkan pada tahun depan. Dia juga mengatakan pembangunan KDMP ini terus dikoreksi, terutama yang berada di wilayah gunung."Nanti tahun depan akan dilanjutkan, tahun ini 35 ribu, tahun depan diperkirakan akan juga, kita bisa selesaikan 30 ribu sampai 35 ribu desa. Itu mengenai Koperasi Desa Merah Putih," tutur Zulhas di Gedung Ditjen Pajak Kemenkeu, Jakarta Selatan, Jumat (14/8/2026)."Ada di sana-sini yang tidak tepat, tentu kita akan koreksi. Seperti pembangunan gunung-gunung, ada satu, dua, atau berapa banyak, kita, kita akan tertibkan," imbuhnya.






