Jakarta -
Partai Likud yang dipimpin Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memasang reklame raksasa dengan menampilkan sejumlah tokoh yang dianggap sebagai pihak berseberangan dengan Israel. Reklame tersebut muncul menjelang pemilu Israel yang dijadwalkan Oktober 2026.Sejumlah tokoh yang wajahnya terpampang dalam reklame itu antara lain Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Wali Kota New York Zohran Mamdani, Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei, dan pemimpin Hizbullah Naim Qassem. Kemunculan reklame tersebut berlangsung ketika posisi politik Netanyahu dan Partai Likud tengah menjadi sorotan.Erdogan hingga Mamdani Dipampang di ReklameReklame raksasa itu dipasang di jalan raya utama Tel Aviv sejak pekan lalu, tepat di kawasan yang menjadi pusat kampanye kubu Netanyahu. Dalam reklame tersebut, wajah Erdogan, Mamdani, Mojtaba Khamenei, dan Naim Qassem ditampilkan sebagai tokoh yang disebut berseberangan dengan Netanyahu.
Reklame itu juga memuat tulisan berbahasa Ibrani yang berarti, "Mereka Ingin Netanyahu Kalah, Jangan Biarkan Mereka Menang," seperti dilansir CNN, Selasa (25/8/2026). Pemasangan reklame dilakukan menjelang pemilu Israel yang akan digelar pada 27 Oktober mendatang. Turki Jadi Sorotan dalam Ketegangan Israel-SuriahKemunculan Erdogan dalam reklame tersebut berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan antara Israel dan Turki. Beberapa hari setelah reklame dipasang, jet tempur Israel menyerang pangkalan udara Abu al-Dahar di Suriah utara yang menjadi lokasi pasukan dan objek militer Turki.Utusan Presiden Amerika Serikat untuk Suriah sekaligus Duta Besar AS untuk Turki, Tom Barrack, mengkritik serangan tersebut. Ia menilai tindakan Israel sangat agresif dan membuka kemungkinan adanya motif politik menjelang pemilu.Barrack melontarkan teori bahwa Israel hanya berusaha memancing Turki. Ia menyebut tindakan itu sebagai "langkah yang sangat agresif, namun mungkin menguntungkan secara politis menjelang pemilihan umum."Israel sendiri menyatakan serangan tersebut dilakukan karena kebutuhan operasional. Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel Israel Katz menyebut intelijen Israel mendeteksi persiapan Turki untuk menempatkan pasukan dan peralatan di pangkalan udara tersebut.






