Jakarta -
Partai Likud yang dipimpin Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memasang papan reklame raksasa wajah tokoh-tokoh yang dianggap musuh Israel. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan hingga Wali Kota New York Zohran Mamdani terpampang di reklame tersebut.Dilansir CNN, Selasa (25/8/2026), papan reklame raksasa itu dipasang sejak pekan lalu di jalan raya utama Tel Aviv, tepat di pusat kampanye pemilu kubu Netanyahu. Netanyahu dan Partai Likud diketahui akan bertarung dalam pemilu Israel yang digelar akhir Oktober mendatang.Selain wajah Erdogan dan Mamdani, reklame raksasa itu juga menampilkan wajah pemimpin tertinggi Iran Mojtaba Khamenei dan pemimpin Hizbullan Naim Qassem. Reklame itu juga memuat teks berbahasa Ibrani yang berbunyi 'Mereka Ingin Netanyahu Kalah, Jangan Biarkan Mereka Menang'.
Kubu Netanyahu diketahui mulai melancarkan narasi dalam mempertahankan kekuasannya jelang pemilu Israel. Beberapa hari setelah pemasangan reklame raksasa tersebut, Israel secara terbuka menjadikan Turki sebagai pusat konfrotasi militer terbaru mereka. Reklame 'musuh Netanyahu' mejeng di Tel Aviv jelang pemilu Israel pada Oktober tahun ini (REUTERS/Amir Cohen)Jet-jet tempur Israel menyerang pangkalan udara Abu al-Dahar di Suriah utara. Serangan itu menyasar pasukan dan objek militer Turki yang telah dipandang Israel sebagai ancaman signifikan.Utusan Presiden Amerika Serikat (AS) untuk Suriah sekaligus Duta Besar AS untuk Turki, Tom Barrack, melontarkan kritik terbuka kepada Israel atas serangan di pangkalan Suriah tersebut. Barrack menyebut ada motif politik, dengan melontarkan teori bahwa Israel hanya berusaha memancing Turki. Ia menyebut tindakan itu sebagai "langkah yang sangat agresif, namun mungkin menguntungkan secara politis menjelang pemilihan umum."Secara resmi, Israel menyatakan bahwa serangan tersebut semata-mata merupakan kebutuhan operasional. Netanyahu maupun Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menyatakan bahwa intelijen Israel mendeteksi adanya persiapan Turki untuk menempatkan pasukan dan peralatan di pangkalan udara tersebut.Menurut kantor berita pemerintah Suriah, pada hari Minggu (23/8), Roman Goffman selaku kepala badan intelijen Mossad Israel kembali bertemu dengan Menteri Luar Negeri Suriah Asaad al-Shaibani di Yordania untuk meredakan ketegangan terkini.












