KOMPAS.com - Sejumlah warga terdampak gempa Flores bermagnitudo 7,7 di Kelurahan Wangkung, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengaku sudah tujuh hari bertahan di posko mandiri tanpa memperoleh bantuan logistik yang memadai.

Warga memilih tinggal di luar rumah karena bangunan tempat tinggal mereka mengalami kerusakan akibat gempa dan mereka masih khawatir terhadap gempa susulan.Salah seorang warga Kelurahan Wangkung, Laurensius Emanuel, mengatakan, warga sudah enam malam atau tujuh hari bertahan di posko yang mereka bangun secara mandiri.

Baca juga: Prabowo Batal Tinjau Korban Gempa Flores Hari Ini, Gubernur NTT: Diundur Senin atau Selasa

Menurut dia, hingga Sabtu (22/8/2026), warga di posko mandiri belum menerima bantuan berupa sembako, tenda, maupun kebutuhan darurat lainnya secara memadai.

"Kami di kelurahan Wangkung Reo ini pasca gempa Flores 7,7 itu memilih bangun posko secara mandiri di luar rumah untuk lindungi diri dari gempa susulan, sementara rumah-rumah kami juga sudah hancur parah.