PONTIANAK, KOMPAS.com - Sebuah unggahan yang membandingkan sebaran titik panas (hotspot) di Kalimantan dengan wilayah Malaysia ramai beredar di media sosial belakangan ini.
Warganet mempertanyakan mengapa hotspot kebakaran hutan dan lahan (karhutla) begitu banyak bermunculan di Kalimantan, sementara di Malaysia yang berbatasan langsung dengan RI nyaris tidak terlihat titik api serupa.Persoalan ini semakin disorot lantaran asap hasil karhutla dilaporkan masuk ke wilayah Malaysia dan Singapura sehingga memicu keresahan warga setempat.Data resmi menunjukkan lonjakan hotspot yang signifikan dalam beberapa hari terakhir.
Berdasarkan pemutakhiran Sistem Pemantauan Karhutla (SIPONGI) Kementerian Kehutanan yang dilansir dari laman resmi Kemenhut, Kamis (20/8/2026), secara akumulasi selama periode 17–19 Agustus 2026, tercatat 367 hotspot berkepercayaan tinggi di Kalimantan Barat.
SIPONGI juga mencatat 343 hotspot di Kalimantan Tengah dan 40 hotspot di Kalimantan Selatan. Total keseluruhan hotspot di tiga provinsi tersebut mencapai 750 titik.
Lantas, mengapa sebaran titik api tampak begitu timpang antara sisi Kalimantan dan Malaysia, padahal berada dalam satu pulau yang sama?











