SEOUL, KOMPAS.com - Korea Utara kembali memicu ketegangan di Semenanjung Korea dengan menembakkan lebih dari 10 rudal balistik jarak pendek dari kawasan Pyongyang ke arah laut di timur Semenanjung Korea, Kamis (20/8/2026).

Peluncuran ini memicu respons cepat dan kecaman keras dari pemerintah Korea Selatan.Kantor Kepresidenan Korea Selatan langsung menggelar rapat keamanan darurat yang melibatkan pejabat Kementerian Pertahanan serta otoritas militer.

Baca juga: Kim Yo Jong Kini Jadi Wajah Utama Propaganda Korea Utara

Selain menilai dampak keamanan dan mengkaji kesiapsiagaan, militer Korea Selatan diperintahkan untuk mempertahankan kesiapan penuh selama latihan militer bersama dengan Amerika Serikat (AS)yang masih berlangsung.

"Peluncuran rudal balistik ini merupakan tindakan serius yang melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB," tegas Kantor Kepresidenan Korea Selatan dalam pernyataan resminya.