Jakarta -

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda wilayah Kalimantan dan Sumatra mulai berdampak serius pada sektor transportasi udara. Sejumlah penerbangan dibatalkan akibat pekatnya kabut asap yang mengganggu jarak pandang pesawat milik maskapai.Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi mengatakan gangguan jarak pandang paling parah terjadi di wilayah Kalimantan Barat. Akibat kondisi yang tidak memungkinkan untuk pesawat melakukan navigasi yang aman, penerbangan di sejumlah titik terpaksa dihentikan sementara."Untuk Kalimantan memang tadi seperti di Kalimantan Barat, ada pembatalan penerbangan karena asap di sana sudah cukup mengganggu jarak pandang," ujar Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, saat ditemui usai rapat bersama Komisi V DPR RI, Jakarta Pusat, Kamis (20/8/2026).

Lebih lanjut, ia juga mengkonfirmasi jika pembatalan penerbangan imbas karhutla ini masih akan terjadi hingga esok hari. Kondisi ini juga dikarenakan kemungkinan asap tebal yang masih mengepung kawasan sekitar."Untuk hari esok ada pembatalan penerbangan karena jarak pandang itu sudah tidak memungkinkan. Jadi memang pada beberapa titik agak, khususnya di Kalimantan ya, Kalimantan Barat itu agak-agak sedikit pekat ya," paparnya.Meski begitu, ia belum bisa memastikan bandara di Kalimantan dan Sumatra mana saja yang paling terdampak maupun jumlah penerbangan yang sudah dibatalkan. Dudy mengatakan dampak karhutla ini akan terus dipantau ke depan.Namun yang pasti menurutnya keputusan pembatalan penerbangan diambil demi mengutamakan keselamatan, dengan salah satu lokasi terdampak paling parah yang saat ini diketahui adalah Bandara Supadio, Kubu Raya, Kalimantan Barat."Yang di Kalimantan Barat rasa saya Supadio, ya. Nanti saya mesti update lagi untuk titik-titiknya," ujar Dudy.Bersama dengan itu, ia meminta kepada seluruh maskapai untuk terus memantau perkembangan kondisi yang ada, sekaligus memonitor seluruh informasi resmi dari BMKG terkait perkiraan cuaca ke depan untuk memastikan setiap penerbangan tetap ada."Kita mengingatkan kepada seluruh airline untuk berhati-hati. Selalu memonitor informasi dari BMKG terkait dengan cuaca. Itu yang paling penting," tandasnya.