Jakarta -

Indonesia Bullion Market Association (IBMA) resmi dibentuk di Jakarta, hari ini. Lewat kehadiran IBMA diharapkan mampu meningkatkan koordinasi bagi penguatan ekosistem emas nasional dan menjadi mitra pemerintah.Ketua Umum Indonesia Bullion Market Association (IBMA) sekaligus Direktur Pemasaran, Penjualan & Pengembangan Produk PT Pegadaian (Persero), Selfie Dewiyanti, mengatakan lewat IBMA diharapkan mampu menjadi jembatan bagi pelaku industri logam mulia untuk menyampaikan masukan dan aspirasi kepada pemerintah."IBMA dibentuk sebagai wadah koordinasi pelaku ekosistem emas nasional dan mitra strategis pemerintah. Jadi sebagai mitra strategis pemerintah, nantinya IBMA akan berperan sebagai jembatan antara pelaku industri, regulator, menampung aspirasi, wadah kolaborasi, dan tentunya memberikan masukan kepada regulator," kata Selfie di acara peluncuran IBMA di BSI Tower, Jakarta, Kamis (20/8/2026).

Dia mengatakan masukan yang diberikan oleh pelaku industri akan dijadikan dasar untuk menjaga ekosistem logam mulia nasional. Apalagi Indonesia memiliki cadangan logam mulia yang cukup besar di dunia."Di sisi lain, regulator nantinya hadir untuk merumuskan aturan dan mengawal ekosistem ini sendiri sehingga Indonesia bullion akan terus kuat dan berkelanjutan," ungkapnya.Terkait kepengurusan, Selfie Dewiyanti mengatakan IBMA memiliki anggota dari berbagai macam latar belakang di industri logam mulia. Setidaknya ada 11 perusahaan yang telah bergabung dengan IBMA."Saat ini keanggotaan IBMA dipelopori oleh 11 perusahaan pendiri yang mulai dari kita punya mining, pertambangan, kemudian jasa keuangan, refinery dan manufaktur, dan retail, hingga sektor pendukung. Kita lihat di sini ada trading dan market platform dan juga secure logistic," ungkapnya.Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia Airlangga Hartarto menyambut baik kehadiran IBMA. Pasalnya, logam mulia merupakan salah satu instrumen yang ke depannya bakal diandalkan. Menurutnya, pembentukan IBMA juga sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang ingin memaksimalkan potensi logam mulia RI."Nah, pemerintah terus mendorong kebijakan hilirisasi, kemudian Bapak Presiden kemarin juga menyampaikan dalam pidatonya terkait dengan bullion bank, sehingga bullion ini menjadi sesuatu yang diandalkan ke depan, terutama untuk meningkatkan nilai tambah daripada hilirisasi di sektor mine and energy. Nah, dari kegiatan bullion ini tentu pembentukan IBMA menjadi salah satu langkah kelembagaan yang strategis untuk mengintegrasikan ekosistem dan kami ucapkan selamat kepada 11 founder member yang sudah mendorong IBMA ini untuk dapat hadir," kata Airlangga.Dia menilai logam mulia memiliki potensi yang cukup besar untuk dikembangkan. Airlangga menyebutkan hal itu tidak hanya terlihat dari banyaknya tambang logam mulia yang ada di RI, tetapi juga banyaknya toko emas besar yang tersebar hampir di seluruh kota di Indonesia.Data World Gold Council menyebutkan produksi emas Indonesia pada tahun 2025 mencapai 104 ton yang menempatkan Indonesia berada pada peringkat 10 di dunia. World Gold Council juga menyoroti peningkatan investasi menjadi pendorong utama pertumbuhan permintaan emas, baik dari sisi kepemilikan emas pada ETF emas global yang memasuki tahun kedua terkuat sepanjang sejarah maupun pembelian emas batangan dan koin yang meningkat hingga mencapai level tertinggi dalam 12 tahun terakhir."Karena emas mulai dari pertambangan, refinery, manufaktur, lembaga jasa keuangan, produk keuangan termasuk kemarin ETF, perdagangan, industri perhiasan. Industri perhiasan juga punya sentra sendiri di Jawa Timur, di Surabaya, dan juga infrastruktur pasar. Hampir di semua kota besar, jalan pertama yang kita lewat, jalan yang sifatnya komersial, pasar, pasti di situ ada toko emasnya," ujarnya."Jadi ini sebuah ekosistem yang luar biasa. Salah satu yang menjadi tantangan memang mengenai perpajakan. Untuk ETF, kemarin secara substansif, kebijakan diharapkan menempatkan elektronik kultrisip sebagai efek dan kebijakan PPh yang mendukung ekosistem bullion," sambungnya.Sementara itu, Wakil Kepala BP BUMN Aminuddin Ma'ruf mengatakan hal senada. Dia optimistis ekosistem logam mulia Indonesia bisa tumbuh positif. Apalagi saat ini banyak negara juga turut mengembangkan ekosistem logam mulia."Kalau kita bandingkan dengan negara-negara yang sudah terdepan dalam ekosistemnya, sementara kita ini punya semuanya dari hulu sampai hilir kita punya," tutupnya.