KOMPAS.com - Dahulu, kemewahan mudah dikenali dari apa yang dikenakan seseorang. Tas bermerek, jam tangan mewah, atau pakaian dari rumah mode ternama menjadi simbol status yang kerap dipamerkan di ruang publik.
Namun, beberapa tahun terakhir, definisi itu perlahan berubah. Di tengah kesadaran yang semakin tinggi terhadap kesehatan fisik dan mental, banyak orang justru menganggap waktu untuk mengikuti kelas yoga, retreat, atau sekadar berinvestasi pada tubuh sebagai bentuk kemewahan yang baru.Kemewahan tidak lagi selalu hadir dalam bentuk barang yang dapat dilihat orang lain.
Bagi sebagian orang, kemewahan justru berarti memiliki kesempatan untuk hidup lebih sehat, meluangkan waktu beristirahat, dan menjaga keseimbangan antara tubuh serta pikiran.
Pergeseran cara pandang inilah yang kemudian dikenal sebagai transformative luxury.
Baca juga: Gaji Gen Z dan Self-Reward: Menikmati Hidup, Healing, atau Menabung







