KOMPAS.com - CEO Premier League (Liga Inggris) Richard Masters meminta munculnya kandidat baru dalam pemilihan presiden FIFA.

Menurutnya, kandidat tersebut perlu membawa agenda baru untuk menyatukan konfederasi sepak bola dari berbagai kawasan.Pernyataan Masters muncul setelah polemik terkait kepemimpinan Gianni Infantino.Sehari sebelumnya, ia menilai rencana Infantino menjual sebagian hak komersial Piala Dunia seperti "menekan tombol penghancur diri sendiri".

Rencana tersebut kemudian dibatalkan. Masters menyebut situasi terbaru menjadi alasan untuk mengevaluasi kembali sistem tata kelola FIFA.

Ia berharap kandidat baru hadir sebelum batas waktu pencalonan menjelang pemilihan presiden pada 18 Maret.

"Menurut saya, hal yang jelas harus terjadi sekarang adalah munculnya kandidat lain sebelum batas waktu (menjelang pemilihan tanggal 18 Maret) dengan tawaran baru, tawaran berbeda yang diharapkan dapat menyatukan konfederasi-konfederasi tersebut," ujar Masters kepada para wartawan, dilansir dari Reuters, Kamis (20/8).