JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat terjadi 235 kali aktivitas gempa bumi susulan (aftershocks) sejak Sabtu (15/8/2026) pagi hingga pukul 14.00 WIB, setelah gempa utama yang terjadi di utara Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Kejadian gempa bumi susulan terhitung hingga pukul 14.00 WIB, tercatat 235 aktivitas gempa bumi susulan," kata Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani, yang hadir dalam konferensi pers daring bersama BNPB, di Jakarta, Sabtu.Gempa susulan tersebut terdistribusi di sebelah utara Pulau Flores dengan kisaran magnitudo M 2,5 hingga M 6,2.

Baca juga: Pasca-gempa Flores, PLN Pulihkan 429 Gardu dan Prioritaskan Pasokan Listrik RS

"Utamanya berada di bagian utara dari Pulau Flores," ujar Faisal.

BMKG terus memantau pergerakan sesar secara real time. Hingga saat ini, kata dia, gempa-gempa susulan itu belum mengalami peluruhan.