KOMPAS.com - Wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali diguncang gempa kuat dengan magnitudo 7,7 pada Sabtu (15/8/2026) pagi.

Guncangan ini sempat memicu peringatan dini tsunami dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelum akhirnya dinyatakan berakhir pada pukul 07.30 WIB.Alat pemantau sempat mendeteksi adanya kenaikan permukaan laut di beberapa lokasi, seperti di Maurole setinggi 0,94 meter dan Bulukumba setinggi 0,54 meter.

BMKG menegaskan bahwa gempa ini bukan dipicu oleh aktivitas zona megathrust, melainkan akibat aktivitas Flores Back Arc Thrust atau Sesar Naik Busur Belakang Flores.

Baca juga: 2 Korban Tewas Akibat Gempa di NTT M 7,7 Hari Ini

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas Flores Back Arc Thrust. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault),” kata Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto dalam rilis resmi yang diterima Kompas.com, Sabtu (15/8/2026).