INDONESIA tidak mengirim pasukan untuk berperang di Yaman, tidak menjadi pihak dalam konflik bersenjata antara kelompok Houthi dan pemerintahan Yaman yang didukung Arab Saudi, tetapi seorang anak buah kapal warga negara Indonesia justru kehilangan nyawa dalam konflik yang berlangsung ribuan kilometer dari Tanah Air.
Kematian WNI dalam serangan terhadap kapal kargo MV Tihamah di kawasan Pelabuhan al-Makha, Yaman, menjadi pengingat, perang Timur Tengah tidak lagi memiliki batas geografis yang dapat dengan mudah memisahkan medan konflik dari kehidupan warga negara Indonesia.Kementerian Luar Negeri Indonesia membenarkan adanya serangan terhadap MV Tihamah, sementara pada tahap awal informasi mengenai kematian satu WNI masih dalam proses verifikasi oleh pemerintah Indonesia.
Dua WNI lainnya yang berada di kapal tersebut juga terdampak, dengan satu mengalami luka ringan akibat serpihan dan satu lainnya mendapatkan perawatan di rumah sakit, memperlihatkan bahwa konflik regional telah menghadirkan konsekuensi kemanusiaan langsung bagi pekerja Indonesia.
Para ABK Indonesia tersebut bukan kombatan yang memilih masuk ke medan perang, melainkan pekerja yang menjalankan aktivitas ekonomi dalam jaringan perdagangan laut internasional yang menghubungkan berbagai negara dan kawasan.













