Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan sejumlah menteri dan pembantunya mengalami kelelahan akibat bekerja keras menjalankan pemerintahan. Bahkan, ada menteri yang sampai masuk rumah sakit hingga menjalani operasi."Demikian kerasnya menteri-menteri dan pembantu-pembantu saya telah bekerja. Beberapa di antara mereka masuk RS. Ada yang pingsan, operasi, banyak yang kecapekan," kata Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR RI 2026 dan Sidang Bersama MPR RI, DPR RI, dan DPD RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).Prabowo mengatakan para menteri dan pembantunya bekerja tanpa mengenal hari libur. Ia menyebut kondisi tersebut menjadi bukti kesungguhan pemerintah dalam menjalankan amanah dari rakyat.

"Menurut pembantu-pembantu saya tidak ada hari merah. Yang ingin saya sampaikan kita menerima amanah itu dengan penuh kehormatan. Tugas dari rakyat adalah kehormatan," ujarnya.Prabowo bahkan berjanji akan memberikan lebih banyak waktu istirahat kepada para menterinya pada sisa masa jabatannya."Saya berjanji kepada mereka bahwa dalam sisa masa jabatan saya, saya akan memberi banyak waktu istirahat kepada mereka. Dan mereka menjawab janji tinggal janji," kata Prabowo.Dalam kesempatan itu, Prabowo juga memaparkan pemerintah telah memutuskan dan menjalankan 121 kebijakan transformatif selama 21 bulan atau 663 hari pemerintahannya."Saya tidak mengatakan selesai, saya katakan kita mulai selesaikan. Dalam 21 bulan, tepatnya 663 hari, pemerintah yang saya pimpin memutuskan dan menjalankan 121 kebijakan transformatif untuk menyelesaikan masalah-masalah negara. Sebagian masalah itu telah berpuluh tahun tidak bisa kita selesaikan," ungkapnya.Menurut Prabowo, pemerintah rata-rata memutuskan satu kebijakan transformatif setiap lima hari."Artinya, kita bisa mengatakan bahwa kita telah putuskan satu kebijakan transformatif setiap 5 hari," pungkasnya.