JAKARTA, KOMPAS.com - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI diminta tidak hanya melihat rekam jejak dan riwayat jabatan dalam melakukan uji kepatutan dan kelayakan atau fit and proper test terhadap empat calon Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI).Ekonom Universitas Andalas Syafruddin Karimi mengatakan, DPR perlu menguji kemampuan para kandidat melalui simulasi kebijakan untuk melihat kesiapan mereka dalam menghadapi tekanan ekonomi.Adapun empat kandidat tersebut yakni Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur BI, Aida S. Budiman sebagai calon Deputi Gubernur Senior BI, serta Solikin M. Juhro dan M. Anwar Bashori sebagai calon Deputi Gubernur BI.Menurut Syafruddin, simulasi kebijakan penting untuk mengukur kemampuan teknis, integritas, komunikasi publik, hingga keberanian kandidat dalam mengambil keputusan ketika perekonomian menghadapi tekanan.“Uji tersebut harus menilai pemahaman teknis, integritas, komunikasi publik, keberanian berbeda pendapat, serta kesiapan mengambil keputusan yang tidak populer ketika stabilitas ekonomi menghadapi ancaman,” ujar Syafruddin kepada Kompas.com, Jakarta, Kamis (13/8/2026). Ia menilai, masing-masing kandidat memiliki latar belakang dan keunggulan yang berbeda sehingga perlu diuji berdasarkan kapasitas dan tantangan yang akan dihadapi BI.