Jakarta -
Otoritas perlindungan data Brasil pada Rabu (12/08) memerintahkan platform pesan daring Discord untuk menghentikan fitur siaran langsung (livestream) di negara tersebut dalam waktu tiga hari kerja.Keputusan ini diambil setelah pemerintah menilai Discord gagal melindungi anak-anak dan remaja dari konten yang mempromosikan kekerasan, menyakiti diri sendiri, dan bunuh diri.Kegagalan moderasi
Otoritas Perlindungan Data Nasional Brasil (The National Data Protection Authority/ANPD) mengeluarkan perintah tersebut setelah seorang remaja perempuan berusia 13 tahun meninggal dunia. Penyidik menduga korban didorong untuk melukai diri sendiri dan mengakhiri hidupnya selama siaran langsung di platform tersebut."Fitur siaran langsung berulang kali digunakan untuk memfasilitasi kekerasan, perundungan, serta hasutan untuk menyakiti diri sendiri dan bunuh diri," kata ANPD. ANPD juga menyebut adanya "bukti kuat bahwa perusahaan gagal mengambil langkah-langkah yang diperlukan" untuk melindungi anak-anak dan remaja dari konten berbahaya tersebut.Regulator Brasil menyatakan fitur Go Live akan tetap ditangguhkan hingga pihak Discord dapat membuktikan bahwa mereka telah menerapkan sistem perlindungan teknis, keamanan, dan tata kelola yang efektif bagi pengguna di bawah umur.Menurut ANPD, Discord tidak memiliki akses secara real-time terhadap isi siaran langsung, sehingga kemampuan platform untuk mendeteksi pelanggaran secara otomatis menjadi terbatas. Akibatnya, Discord masih bergantung pada laporan pengguna dan sistem lain, yang dinilai belum memadai.Discord diberi waktu 10 hari kerja untuk mengajukan banding. Jika terbukti melanggar, perusahaan tersebut dapat dikenai denda hingga 50 juta real Brasil atau sekitar Rp176 miliar untuk setiap pelanggaran yang terbukti.Penyelidikan kepolisianPolisi menyebut korban remaja perempuan berusia 13 tahun dipengaruhi untuk melukai dirinya sendiri hingga bunuh diri selama siaran langsung yang berdurasi 45 menit pada Juli 2026.Penyelidikan menemukan bahwa anggota sebuah kelompok daring sebelumnya "menantang" korban melakukan serangkaian aksi kekerasan yang semakin ekstrem, termasuk menyakiti seekor hewan. Setelah itu, korban ditantang menyiarkan aksi bunuh dirinya melalui Discord.Menurut polisi, kelompok tersebut secara sengaja mencari anak-anak dan remaja yang rentan secara emosional sebagai target.Dalam penyelidikan ini, polisi menahan lima remaja dan satu orang dewasa. Polisi juga berhasil menyelamatkan seorang remaja perempuan lain yang diduga tengah bersiap mengakhiri hidupnya dalam siaran langsung.Kritik dari berbagai pihakKementerian Kehakiman Brasil dan kepolisian telah mengkritik sistem moderasi serta verifikasi usia milik Discord. Seorang pejabat dari kementerian tersebut mengungkapkan bahwa salah satu tersangka dalam kasus ini berhasil mendaftarkan usia 148 tahun melalui sistem deklarasi mandiri yang diterapkan Discord.Pekan lalu, Ibu Negara Brasil, Rosangela "Janja" da Silva, bahkan menyerukan agar Discord diblokir sepenuhnya di negara itu menyusul kematian remaja tersebut.Perwakilan Discord telah bertemu dengan otoritas Brasil pada Jumat (07/08) dan kemudian menyerahkan rencana untuk memperkuat perlindungan bagi pengguna di bawah usia 18 tahun.Brasil sendiri dalam beberapa waktu terakhir memperketat aturan terkait penggunaan platform digital oleh anak-anak, termasuk dengan mewajibkan verifikasi usia dan keterlibatan orang tua bagi pengguna yang lebih muda.*Catatan Editor: Jika Anda mengalami tekanan emosional yang serius atau pikiran untuk bunuh diri, jangan ragu untuk mencari bantuan profesional. Anda dapat menemukan informasi mengenai tempat mendapatkan bantuan tersebut, di mana pun Anda tinggal di dunia, di situs web ini: https://www.befrienders.org/Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa InggrisDiadaptasi oleh Cinta ZanidyaEditor: Muhammad HanafiTonton juga video "Kebakaran Besar Pabrik Kimia di Brasil, Ratusan Warga Dievakuasi"










