LAGOS, KOMPAS.com - Pemerintah Nigeria getol mempercepat adopsi kendaraan listrik, terutama mobil listrik. Padahal, negara di Afrika ini menghadapi keterbatasan pasokan listrik nasional yang kronis.
Berdasarkan data pemerintah, hampir 4.000 pembebasan pajak kendaraan listrik telah disetujui pada semester pertama tahun ini.Persetujuan tersebut merupakan bagian dari program baru pemerintah untuk mempromosikan transportasi ramah lingkungan melalui insentif pajak dan program perakitan lokal.
Baca juga: Geser Tesla, BYD China Jadi Raja Baru Produsen Kendaraan Listrik Dunia
Melalui Rencana Transisi Energi 2022, Nigeria menargetkan armada kendaraan listrik dapat mencapai 60 persen pada 2050, sebagaimana dilansir Reuters, Rabu (12/8/2026).
Angka ini merupakan lompatan besar dari kondisi saat ini, di mana kendaraan listrik diperkirakan masih mencakup kurang dari 1 persen dari total kendaraan di negara berpenduduk terpadat di Afrika tersebut.








