PYONGYANG, KOMPAS.com — Korea Utara disebut memperoleh pendapatan luar negeri hingga 22 miliar dollar AS atau sekitar Rp 393 triliun sepanjang 2022-2025, sebagian besar didorong oleh ekspor amunisi dan pengerahan pasukan untuk mendukung perang Rusia di Ukraina.
Laporan Bloomberg menyebut pemasukan tersebut hampir empat kali lipat dibandingkan pendapatan Korea Utara pada empat tahun sebelumnya.Aliran dana itu memberi pemimpin Korea Utara Kim Jong Un ruang finansial yang lebih besar, meski Pyongyang tetap berada di bawah sanksi berat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Baca juga: Tensi Memanas, Korut Sebut Buku Putih Jepang Sebagai Dokumen Invasi
Andrei Lankov, spesialis studi Korea sekaligus direktur Korea Risk Group, yang dikutip Kyiv Post pada Sabtu (8/8/2026) menilai posisi Korea Utara kini lebih kuat dibandingkan 35 tahun terakhir.
Ia menggambarkan penjualan senjata dalam jumlah besar kepada Rusia sebagai keuntungan luar biasa bagi Pyongyang.






