Penulis: Nik Martin/DW Indonesia

PYONGYANG, KOMPAS.com - Ekonomi Korea Utara menjalankan salah satu sistem ekonomi paling aneh di dunia. Meskipun menjadi salah satu dari sedikit negara yang memiliki senjata nuklir, produk domestik bruto (PDB) negara itu pada 2024 hanya sebesar 26,6 miliar dollar AS (sekitar Rp 434 triliun).Angka ini sekitar 70 kali lebih kecil dibandingkan dengan ekonomi Korea Selatan yang mencapai 1,86 triliun dollar AS dan hanya sekitar seperlima dari pendapatan tahunan perusahaan dengan nilai perdagangan terbesar di dunia, NVIDIA.

Berkat ekonomi terpusat yang memprioritaskan produksi domestik, Korea Utara tidak terlalu bergantung pada perdagangan dibandingkan dengan ekonomi pasar bebas pada umumnya, sebagian karena sanksi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang diberlakukan pada 2017 atas program senjata nuklir dan rudal balistiknya.

Total impor dan ekspor Korea Utara hanya menyumbang sebagian kecil dari PDB, berbeda dengan Korea Selatan, di mana perdagangan internasional mencakup sekitar 80 persen dari perekonomian, menurut Bank Dunia.

Baca juga: Korea Utara Uji Peluncur Rudal Multiguna Baru, Kim Jong Un Awasi Langsung