KUALA LUMPUR, KOMPAS.com - Dari kejauhan, Forest City di Malaysia tampak seperti dicetak dengan printer 3D: deretan blok putih identik yang bergerombol di garis pantai.

Ketika diperkenalkan oleh para pengembang China pada 2016, proyek raksasa senilai 100 miliar dollar AS (sekitar Rp 178 triliun) ini dipromosikan sebagai "surga impian bagi seluruh umat manusia". Sebuah zona keuangan khusus yang dapat menampung sekitar 700.000 penduduk.Namun satu dekade kemudian, jumlah penduduk yang menghuni pulau buatan seluas 14 kilometer persegi dekat Singapura ini diperkirakan hanya 1 persen dari jumlah tersebut.

Baca juga: 108 Sekolah di Malaysia Tutup Imbas Kabut Asap dari Kalimantan

Deretan gedung pencakar langit menjulang di atas jalan-jalan yang sunyi.

Di dalam apartemen yang kosong, permukaan meja dapur dan jendela tertutup lapisan debu.